Appel
Chapter I
Tari-Ku …., bukan tari-Mu
Sonata-Ku …., bukan sonata-Mu
Tapi….! Tolol-Ku itu tolol-Mu..
Hoooeeoooookkkk……
Cuuuuuiiiihhhhh……
TOOOLLOOOLLLL……!!!!
Bagimana menurut-Mu….!!!
Apakah itu cukup……
Atau kurang…..!
Mu – Ku tidak sama
Karna-Mu, Ku-berbuat seperti itu…..!
Monyet-pun tertawa
Ketika melihat-Mu
Menenari dalam Got-got malam..
Atau…. Menangis…!
Seketika -Mu berkedip seperti-Ku
Ku-Tertawa pada-Mu
Karena habis sudah iba –Ku
Dalam bayangan -Mu
Ku-bisa tertawa sejenak
Karna-Mu…..Tawa-Ku
Bisa bernada
Dalam rengkuh bayang cinta.
Aku atau Kamu…..?Sulit sekali melupakan mu …….
Mamaksa ku menelanjangi hidup …..
Mencoba tuk tidak mengenal mu ……
Tapi ……. Terkuak sudah …….
Bahwa aku sayang kamu ………
Walaupun kau membenciku dengan beraneka Alasan …..!
Mungkin Orang yang Berkasta Sudra ini ga Peduli ……..
Aku hanya bias menyayangimu …………
Itu saja yang ku bisa ……….
Melalui bayang canda ……..
Kau memaksaku tuk selalu tersenyum ……
Tatkala satu cerulit menamparku ……..
Memaksaku untuk bercinta
Walau hanya dengan kedip mata !
Atau sonata maya ……
Yang bercumbu dalam gaung pelangi Sayang !
Teriak dan teriak dalam batas nirwana jiwa …..
Terponggoh Aku Dengan Nikmatnya
Tatkala Gemulai Hitam
Menampakan Sosok Jiwa
Yang Lengkap Dalalam Bayang Sayang
mataku Tertuju Padanya….
Teriak Dalam Bisu …
Menampak Jengah Dalam
Terkam dan Terkam…….
Seperti Lendir Ce’cunguk Rasa
Lengkap Sudah Haru Simpatinya
Memaksa Ku Untuk Bercinta …
Walaupun Itu Dalam Jiwa
Ataupun Sesosok Bangsal Neraka……..
Menari dan Menjadi-Jadi
Seperti Seorang Pelajur Malam
Yang Tak Malu Dengan Mata-Mata Yang Menjelaga
Berjalan Mesra ..
Dan Tersenyum Luka Lewat Cibir Yang
“Terkam atau Tidak..?”
“Atau Saya Jilat Iya..?”
Dengan……….
Dingin Api…?
Atau Panasnya Es..?
Bercinta dan Bercinta…
Bercengkrama dan Bercengkram….
“Bukan Dalam Kloset Ataupun Dapur Bunda…”
Tapi Dengan Bayang Surga….
Yang Dikelilingi Kembang dan Bau Neraka..
Chapter II
Appel …….
Aku terpaksa beranalogi seperti ini ….
Padahal aku hanya ingin jadi orang yang biasa !
Bernafasa dengan Raga….
Dan bercinta dengan Jiwa ……
Mencoba tuk menjadi
Seorang manusia yang menyayangi apa adannya
Tidak perlu berbohong, atau menyembunyikan warna sebenarnya
Ini hanya sebuah tabur Bunga bagi semua Kavaleri Maya….
Tidak ada bantahan untuk Arogan atau Narsis..
Atau bahkan egositas yang terkandung untuk anda….!!
Anda manusia bebas seperti saya…..
Bermonolog dan beranalogi, atau kadang memaksa mu untuk berbohong……!!!
Semua manusia benar…..
Tidak ada yang salah…..
Karena mereka semua sempurna…..
Jangan terkeristalisasi oleh semua problematika …..
Gaung itu akan lekang sampai akhir masa….
Untuk kita nikmati dan setubuhi dalam setiap kepuasan raga dan Jiwa…
Bukan untuk di pedebatkan…..
Hidup tuh untuk menrjemahkan Setiap indera kita…
Baik itu, cinta, Sex, Nafsu, dan sebagainya…..!!!!
Pengemis aja bisa bercinta dengan pelacur ……?
Masa anda tidak bisa membuat Pelacur menjadikanya Pengemis….? :-“
“Itu yang saya ingat tat kala teman meminta perdebatan dengan saya”
Lanjut lagi ……
Hijau atau biru yang pantas untukmu……?
Kupikir hitam dan putih pun cocok ??!?!?!?
Break
Hatcchiiiiiii …… ,Ini hari ke 4 gue kena flu ….
Haduehhhhh mampet idung…!!!
Yang ada Cuma Dirumah …
Ujan terus lagi ……..
Sory aku ngaco ngasih ginian..
Gara-gAra Flu
Trus inget orang
Dan inget dosa sama Bita
LAncang mungkin aku ….
Break
Chapter III
Memuja Sosok Jinah….
Dalam Kedok Kerudung Rasa
Sejenak Melambai Tanpa Jiwa
Tersenyum Luka….
Seperti Tangis Bayi
Dalam Peluk Dewi Kematian
Menerka dan Menerka …
Dalam Bayang Mutilasi Cinta
Menggema Dalam Sonata Murka
Hari itu Demi Sebuah Lolong Jiwa
Terangkai Dalam Notasi Iba
Sejenak Merasa Bungkam..!
Tatkala Cerulit Jiwa Dalam Cambuk Raga
Hanya Bisa Tertawa Mesra Demi Sebuah Wujud Maya
Yang Lengkap Dalam Tari Kematian
Tuhan Rekamlah Monologku..
Takala Tarian Cinta Mencambuk Sosok Sudra
Walau Itu Dalam Abu Duka
Chapter VI
Dia terbentuk dalam kabut hati
Tatkala cinta menjelma dalam raga
Dia terbentuk dalam kabut hati
Takala cerulitku tumpul di pangkuan bUNda
Dia terbentuk dalam kabut hati
Takala pelururku hancur terkapar
Dalam bayang senyum rasa …….
Dia terbentuk bersama kabut hati
Seketika ku tampar dengan berjuta rasa …..
Dia bercumbu dengan kabut hati …..
Seketika gaung cinta ku terungkap oleh rasa kasta
Oh Dia ……
Aku rasa cukup sudah ….
Tanpa nilai percaya ……
Karna ku tau ….
Dia tetap cucu adam hawa …..
Maafkan aku karna Ku ….
Kau bisa merasakan cambuk cinta ….
Lengkap dengan imaji maya …..
Tanpa mengenal ragam kasta ….
Dia terbentuk dalam kabut hati
Maafkan aku karna terlalu mecintai mu ……
Dalam setiap Bayang suara….
Yang turut serta dengan Mahkota Cinta
Sayang aku bersamamu …
Karena banyak dongen yang ku sampaikan
Untuk semua cucu-cucu ku….
Walau itu tak
Dia terbentuk dalam kabut hati
Dengan nama Kecil
Dan tumbuh bersama Appel nirwana
APPEL….!
Jika kau bangun esok hari ….
Tolong ingatkan aku.. Kepada seluruh dunia…..
Aku hanya laki-laki….
Yang berdiri di depan Perempuan…..
Yang hanya meminta untuk menyayangi
Hanya itu ….
Cukup ……. Hanya itu……
Chapter VI
FIN
“Maaf terlalu lancang aku Bit..! karena inilah aku yang sesungguhnya ….. seorang perangkai kata atau Pembuat nasakah atau Script witter pada setiap acara, bukan seorang Arjuna, ataupun Gatot Kaca dalam cerita Pewayangan. Ya…… Bit ini aku bukan orang lain …..
Yang tidak sengaja melihat lubang mengaga dan diiringi suara sembilu yang menyayat pendengar. Gue aja bingung kenapa seperti ini…! Terjebak dalam ruang kosong hati seseorang! Fatal jadinya Bit……
GUa ga mau kedua kalinya seperti ini
Tapi sebenernya Gua orangnya terbuka untuk apa aja
Orangnya bebas, ga peduli dia salah atau tidak dalam menyampaikan analoginya, karena itu hak dia.
Dia tidak salah tidak juga keliru.
Gua tidak memaksa untuk dicintai atau pun disayangi…..
Cuman aku merasa kasihan kepada diriku …..
Seperti orang yang dilempar kesana kemari, karna prilakuku sendiri yang terlalu mencintai dan menyayangi kamu
Gue hanya meminta tolong jangan marah ke Dodol…..!!, walaupun kamu en’nek ngobrol ma Gua, atau pun bosen menelaah Semua perkataan tian. Tian hanya ingin baik-baik dengan segala hal, TERMASUK TIDAK MAU MENYAKITI KAMU DALAM SEGALA HAL. (baru Kali INi Gue Ngomong Kaya gini Sama Cewe Najissss...!) walau pun aku tua kamu gak mungkin Peduli dengan hal sampah seperti ini……
BLezzz …… APAPUN YANG TUHAN BERIKAN KEPADA UMATNYA MUSTI KITA SYUKURI, WALUPUN ITU AIR MATA. (Kutipan kecil dari pengalaman Gua….!)
Heheh ……. Padahal tian enggak tau siapa kamu ……! Tapi tian udah lantang gini berkoar di telinga dan mata kamu… Soryy ya ……! Hati yang tertahan ga bisa disebunyikan, walaupun itu sudah mati ……..
Ooo iya …. Terakhir, Semoga kamu sukses dengan apa yang kamu pegang dan kamu rasakan, percaya dengan apa yang kamu lihat, dan nikmati selagi bisa, karena manusia itu tidak takut untuk mati, tapi di takut untuk tua…!!! Itu juga kata para ahli..!
LEBIH BAIK MENJADI -BrEnk-SeX- DARI PADA AKU MENJADI SEORANG BAJINGAN
Am so glad Recognize You
Bye-Bye Apple
SEee Yaaa
Udah Ujan - Becek, Ga Bisa Meprek.....!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar